Course Content
Bagian I: Konsep Dasar
Bagian ini menjelaskan konsep-konsep paling mendasar pada digital marketing.
0/2
Fundamental of Digital Marketing

Digital Marketing adalah sebuah perjalanan panjang. Tidak semudah nge-share nomor WhatsApp di posting Facebook seperti ini:

“Info Bisnis A, yuk WA 0812 3456 7890”

Tidak semudah nge-share alamat landing page seperti ini:

“Info bisnis A, klik www…”

Tidak semudah itu!

Kalau Anda sudah punya alamat landing page, jangan dikira semua orang akan langsung gabung setelah Anda membagikan link-nya di Facebook. Tidak semudah itu!

Agar sukses menjalankan digital marketing, ada beberapa tahap yang harus kita jalankan. Tahap demi tahap yang tidak mudah.

Apalagi karena pada dunia marketing, ada sebuah konsep bernama AIDA. Konsep yang menjelaskan bahwa “seseorang butuh proses yang sangat panjang hingga akhirnya dia memutuskan untuk membeli produk kita, atau gabung dengan bisnis kita.”

Penjelasan lengkap mengenai AIDA ini akan kita bahas pada artikel berikutnya. Link-nya ada di bagian bawah halaman ini.

Intinya, konsep AIDA merupakan salah satu faktor yang menyebabkan pekerjaan Digital Marketing merupakan sebuah proses PERJALANAN PANJANG.

Jangan berharap Anda bisa sukses dengan instan dalam menjalankan digital marketing.

Agar lebih jelas, coba simak ilustrasi berikut.

Anda misalnya sudah punya landing page.  Lalu Anda nge-share link tersebut di status Facebook Anda. Maka kemungkinan hasilnya adalah:

  1. Sebagian besar teman Anda tidak tertarik untuk mengklik link-nya.
  2. Kalaupun ada yang mengklik, belum tentu mereka mau membaca informasi di landing page tersebut.
  3. Kalaupun mereka membaca informasi di landing page tersebut, belum tentu mereka tertarik pada isinya.
  4. Kalaupun mereka tertarik pada isi landing page, belum tentu mereka menghubungi nomor WhatsApp Anda.
  5. Kalaupun mereka akhirnya menghubungi nomor WhatApp Anda, lalu Anda memprospeknya, belum tentu mereka mau gabung dengan bisnis Anda, atau membeli produk Anda.

Nah, mulai kebayang kan, betapa tidak mudahnya digital marketing itu?

Karena itu, ada TANTANGAN TERSENDIRI yang harus kita taklukkan agar berhasil dalam menjalankan bisnis secara online.

Berikut adalah gambaran mengenai tantangan tersebut:

  1. Jika kita menulis promosi di media sosial yang berisi link landing page kita, bagaimana caranya agar banyak netizen yang membaca promosi tersebut?
  2. Setelah banyak netizen yang membaca promosi tersebut, bagaimana caranya agar mereka mau mengklik link yang terdapat di sana?
  3. Setelah mengklik link-nya, bagaimana caranya agar si netizen mau membaca informasi yang tercantum di landing page itu?
  4. Setelah membaca informasi di landing page, bagaimana caranya agar si netizen mau menghubungi nomor WhatsApp kita?
  5. Setelah menghubungi kita via WhatsApp, bagaimana caranya agar si netizen mau gabung dengan bisnis kita, atau membeli produk kita?

Nah, itulah 5 tantangan yang harus kita taklukkan.

Keberhasilan kita di dunia digital marketing adalah ketika kita BERHASIL MENAKLUKKAN 5 TANTANGAN tersebut.

Dan dari 5 tantangan tersebut, kita jadi tahu bahwa ternyata:

Ada 5 Tahap Penting pada Digital Marketing

Ini adalah 5 tahap yang bertujuan agar kita sukses melewati semua tantangan, mulai dari tantangan nomor 1 hingga tantangan nomor 5.

Kelima tahap tersebut bisa kita analogikan seperti sebuah kolam ikan. Berikut penjelasannya.

 

Tahap 1: Menyiapkan Kolam

Jika kita ingin memelihara ikan, tentu harus punya kolamnya, kan? Bisa akuarium juga, sih. Tapi kali ini kita pakai kolam saja, ya, hehehe….

Nah, kolam kita ini beda dengan kolam pada umumnya. Pada kolam lain, mereka bisa langsung memasukkan ikan “secara paksa” ke dalamnya. Si ikan tidak punya pilihan lain dan tak bisa melawan.

Namun pada kolam ini, para ikan yang datang sendiri dengan sukarela. Mereka masuk ke kolam karena suka pada kolam tersebut. Mereka senang hidup di sana.

Jadi agar para ikan bersedia masuk ke kolam kita secara sukarela, yang harus kita lakukan adalah membuat kolam dengan desain, isi dan lingkungan yang benar-benar sesuai dengan keinginan si ikan.

Nah, sekarang BAYANGKAN bahwa para ikan adalah follower kita. Dan kolamnya adalah akun medsos kita.

Maka pada tahap “Menyiapkan Kolam” ini, yang harus kita lakukan adalah berusaha agar banyak orang yang memfollow akun medsos kita.

Namun yang kita butuhkan bukan sekadar banyak follower. Sebab banyak follower tentu tidak ada gunanya, jika mereka semua tidak tertarik pada bisnis yang kita tawarkan. Betul?

Oleh karena itu, hal terpenting yang harus kita lakukan bukan sekadar mendapatkan follower sebanyak-banyaknya, namun mendapatkan FOLLOWER TERTARGET sebanyak-banyaknya.

Arti dari follower tertarget adalah: Follower yang tertarik pada bisnis/produk yang kita tawarkan.

Oleh karena itu, yang harus kita lakukan adalah mendapatkan follower yang tertarik para bisnis atau produk tersebut.

Tahap 2: Memberi Makan Ikan

Kita sudah berhasil mengarahkan para ikan untuk masuk kolam. Setelah itu, tentu mereka harus diberi makan. Jika tidak, ya mereka bakal mati kelaparan, atau pindah ke kolam lain.

Follower kita pun demikian. Para netizen sudah berbaik hati memfollow akun medsos kita. Tentu kita harus menjamu mereka, melayani mereka dengan sebaik-baiknya, agar mereka betah berlama-lama di sana.

Nah, “makanan ikan” dalam konteks media sosial adalah KONTEN. Lewat konten-lah, banyak netizen yang akan menyukai kita, percaya pada kita, merasa nyaman dengan kita, lalu akhirnya mereka akan menjadi pelanggan atau mitra kita.

Jadi pada tahap “Memberi Makan Ikan” ini, yang harus kita lakukan adalah membuat dan memposting konten sebanyak mungkin.

Tapi bukan sembarang konten. Yang dibutuhkan oleh netizen adalah konten yang menarik dan bermanfaat bagi mereka. Maka buatlah konten yang seperti itu.

Bagaimana caranya? Ini akan kita bahas pada artikel selanjutnya, ya.

Artikel ini kan cuma pendahuluan. Yuk sabar dulu, hehehe…. 🙂

Tahap 3: Memancing Ikan

Setelah ikan di kolam secara rutin diberi makan, tentu mereka semakin besar, semakin gemuk, semakin sehat. Oleh karena itu, saatnya kita memancing mereka untuk digoreng dan dimakan.

Dalam konteks digital marketing, makna dari “memancing ikan” adalah “merayu” si netizen untuk menghubungi kita. Dalam hal ini menghubungi nomor WhatsApp kita.

Saat memancing ikan, kita biasanya pakai umpan agar ikannya berhasil dipancing, kan? Nah, pada digital marketing pun sama seperti itu. Kita harus pakai UMPAN KHUSUS agar si netizen bersedia menghubungi nomor WhatsApp kita.

Untuk lebih jelasnya, coba bayangkan situasi berikut:

  1. Si netizen sudah mau mengklik dan masuk ke landing page.
  2. Dia sudah mau membaca informasi di landing page tersebut.
  3. Tapi setelah itu, dia tidak  menghubungi nomor WhatsApp kita.

Bagaimana nasib kita jika hal seperti ini terjadi? Ya, tentu saja GAGAL TOTAL.

Oleh karena itu, yang harus kita lakukan adalah membuat landing page atau konten medsos dengan isi yang seMENGGODA MUNGKIN, agar si netizen TERGODA dan bersedia menghubungi nomor WA kita secara sukarela.

Bagaimana caranya? Ini akan kita bahas pada artikel berikutnya, ya. Mohon bersabar.

Tahap 4: Menggoreng Ikan

Setelah ikan berhasil ditangkap, maka tahap berikutnya adalah menggorengnya.

Dalam konteks digital marketing, “menggoreng ikan” adalah analogi untuk “Memprospek si calon mitra, atau calon pelanggan, atau calon pembeli”.

Dalam menggoreng ikan, ada proses tertentu yang harus kita jalankan. Mulai dari membersihkan ikan, menghilangkan sisiknya, menyiapkan bumbu, dan seterusnya.

Nah, memprospek calon mitra pun sama seperti itu. Ada proses dan tahap-tahap tertentu yang harus kita lewati.

Karena tema dari artikel ini adalah DIGITAL MARKETING, maka memprospek calon mitra pun kita lakukan secara digital atau online. Tepatnya lewat aplikasi WhatsApp.

Mengenai cara dan kiat jitu memprospek calon mitra via WhatsApp, akan dibahas pada artikel berikutnya. Sabar ya.

Tahap 5: Makan Ikan

Ikan yang sudah digoreng belum tentu bisa dimakan. Mungkin karena gosong. Mungkin karena rasanya tidak enak akibat bumbunya tidak pas. Dan mungkin karena penyebab-penyebab lainnya.

Nah, calon mitra pun seperti itu. Setelah kita memprospeknya secara ALL OUT lewat WhatsApp, belum tentu mereka mau gabung dengan bisnis kita, atau membeli produk kita.

Walau sejak awal mereka yang menghubungi kita karena tertarik pada bisnis yang kita tawarkan, namun ternyata mereka belum tentu gabung.

Berdasarkan pengalaman saya selama 5 tahun lebih memprospek calon mitra lewat WhatsApp:

Dari 100 orang yang menghubungi saya, jumlah yang akhirnya closing hanya sekitar 10 atau 20 orang saja.

Kok sangat sedikit? Ya, karena tidak ada jaminan bahwa orang yang menghubungi nomor WA kita pasti akan gabung. Belum tentu!

Kenapa? Karena ikan yang sudah digoreng belum tentu bisa dimakan. Mungkin karena gosong. Mungkin karena salah resep. Mungkin karena kokinya tak pintar masak.

Dalam digital marketing pun sama seperti itu. Setelah kita ALL OUT dalam memprospek calon mitra via WhatsApp, ternyata mereka tidak langsung gabung.

Agar mereka benar-benar gabung, maka ada SATU TAHAP PAMUNGKAS yang haryus kita lakukan, yakni FOLLOW UP.

Follow up adalah tahap terakhir yang sangat penting untuk kita lakukan, agar “ikannya bisa dimakan”. Agar si calon mitra akhirnya closing, dengan cara mentransfer uang ke rekening kita.

Faktanya, follow up pun ternyata tidak menjamin bahwa si calon mitra pasti gabung. Belum tentu juga.

Karena itu, kita harus belajar tentang cara, kiat dan strategi jitu dalam melakukan follow up, agar jumlah persentase closing bisa meningkat.

Kiat dan strategi follow up inilah yang harus kita pelajari dan praktekkan pada tahap “Makan Ikan” ini.

* * *

Nah, itulah 5 Tahap Penting dalam Digital Marketing.

Jika ingin sukses dalam digital marketing, maka kita harus menjalankan 5 tahap tersebut dengan sebaik-baiknya.

Pada halaman panduan ini, saya akan menjelaskan kepada Anda tentang hal-hal apa saja yang harus kita lakukan pada masing-masing tahap tersebut.

Oleh karena itu, SIMAK SEMUANYA dengan sebaik-baiknya, ya.

You cannot copy content of this page