Kiat 1: Anggap Semuanya Mudah
Sebenarnya gaptek itu bukan karena Anda tidak bisa, tapi karena Anda “merasa tidak bisa”. Ini soal mindset. Soal pola pikir.
Jadi ketika misalnya harus melakukan sesuatu di internet, belum apa-apa Anda langsung merasa:
- Saya tidak bisa
- Itu sulit dilakukan
- Saya tidak paham
- Saya gaptek
Sebenarnya, itu semua hanya perasaan Anda saja.
π·π·π·
Saya yakin Anda pernah mendengar kalimat ini: “Anda adalah apa yang Anda pikirkan”.
Jadi kalau Anda merasa gaptek, ya memang benar. Karena pikiran seperti itu akan membuat anda gaptek selamanya.
Jadi jika Anda ingin bebas dari penyakit gaptek, maka hal pertama yang harus Anda lakukan adalah:
Mengubah Mindset. Mengubah Pikiran
Jadi coba kalimat-kalimat di atas diubah menjadi:
- Saya bisa
- Ini mudah dilakukan
- saya paham
- saya pintar
Sekarang Coba Anda baca 2 kalimat di bawah ini. Tapi jangan hanya dibaca. Coba RESAPI GIMANA RASANYA:
- Ini sulit
- Ini tidak mudah
Kedua kalimat di atas punya makna yang sama, kan? Tak ada bedanya.
Tapi bagaimana RASANYA?
Saya yakin, kalimat “Ini tidak mudah” terasa lebih enak dan nyaman ketimbang kalimat “Ini sulit”.
Kenapa bisa seperti itu?
Karena otak kita biasanya fokus pada PREDIKAT pada kalimat.
Predikat kalimat 1 adalah “sulit”. Maka yang masuk di pikiran kita adalah “sulit”. Sehingga kita merasa tidak enak, tidak nyaman, dan pesimis.
Predikat kalimat 2 adalah “mudah”. Maka yang masuk di pikiran kita adalah “mudah”, sehingga kita merasa enak, nyaman, dan optimis.
Oleh karena itu, mulai sekarang coba biasakan diri untuk tidak menggunakan kata-kata negatif. Ganti dengan kata-kata positif.
Misalnya:
- “Ini sulit” diubah menjadi “Ini tidak mudah”
- “Saya bingung” diubah menjadi “saya belum paham”
- dan seterusnya
Artinya sama saja, tapi RASANYA Sangat Jauh Berbeda, kan?
π·π·π·
Sehubungan dengan Gaptek:
Setelah Anda praktek mengubah kalimat seperti penjelasan di atas, maka saya yakin Mindset Anda Sudah Berubah.
Anda yang selama ini selalu berkata, “Saya gaptek”, semoga mulai sekarang berhenti berkata seperti itu.
Sebab ketika berkata “Saya gaptek”, itu sama saja seperti memberikan sinyal ke otak Anda, bahwa:
- “Saya sudah tidak tertolong.”
- “Saya sudah dikutuk jadi orang gaptek.”
- “Saya tidak mungkin sukses.”
Maka coba kalimat itu diubah menjadi:
“Saya belum paham, tapi saya akan belajar.” π Predikat kalimat ini adalah “paham”, sebuah kata yang bermakna positif. Maka kalimatnya pasti terasa nyaman di hati, kan?
Dengan merasakan kenyamanan seperti itu, makaΒ Anda akan penuh percaya diri, yakin dan optimis untuk BERANI BELAJAR dan MENCOBA.
Jadi intinya: Langsung saja mencoba. Beranikan diri.
Sebab dari BERANI MENCOBA itulah, nanti secara perlahan-lahan penyakit gaptek Anda akan hilang tak berbekas.
π·π·π·
Penting: Berhenti Berkata “Saya Gaptek”
Seperti yang sudah dibahas di atas, kita harus mengubah istilah negatif menjadi istilah positif, jika kita ingin meraih sukses, termasuk jika ingin bebas dari gaptek.
Jadi mulai sekarang, berhentilah berkata, “Saya gaptek?” Sebab kalimat ini akan menimbulkan kesan di alam bawah sadar Anda, bahwa Anda sudah tak tertolong, Anda tidak mungkin sukses.
Maka coba ganti kalimat tersebut menjadi:
Saya belum paham π Predikat kalimat ini adalah “paham”, sebuah kata yang bermakna positif. Maka kalimatnya pasti terasa nyaman di hati, kan?
π·π·π·
Penting: Hindari Kata “Tidak”
Coba RASAKAN: Apa perbedaan kedua kalimat berikut ini?
- Saya tidak bisa berbisnis
- Saya belum bisa berbisnis
Perbedaan kedua kalimat di atas adalah pada kata “tidak” dan “belum”. Kedua kata ini memiliki makna yang hampir sama.
Tapi coba BACA & RASAKAN:
Kata “tidak” itu terkesan seperti vonis atau kutukan.
Kalimat “Saya tidak bisa berbisnis” mengandung kesan bahwa itu adalah takdir yang tidak bisa diubah. Kesan seperti itu akan membuat Anda tidak punya keinginan untuk belajar dan mengubah diri.
Sekarang coba bandingkan dengan kalimat “Saya belum bisa berbisnis”.
Lawan kata dari “belum” adalah “sudah”. Ada makna “proses” di balik kata “belum” tersebut.
Artinya, “Sekarang saya memang belum bisaΒ berbisnis. Tapi saya bisa pintar berbisnis jika saya mau belajar dan mencoba.”
Nah, penggunaan kata “belum” ternyata lebih berdampak positif bagi kita, kan?
Karena itu, coba mulai sekarang: Biasakan mengganti kata “tidak” menjadi “belum”.
π·π·π·
Silahkan Klik Tombol Next di bawah ini untuk membaca kiat berikutnya ya.