Pengantar untuk Tugas 15
Tugas kali ini bukan membuat konten, tapi mempromosikannya.
Jadi begini konsepnya:
Produk sebagus apapun, tidak akan laku jika tidak dipromosikan.
Konten bisa kita ibaratkan sebagai produk. Jika produk dibeli oleh konsumen dengan cara menyerahkan uang, maka konten “dibeli” oleh audiens saat mereka:
– berkomentar
– me-like
– nge-share
– baca/tonton sampai
– dan sebagainya
Jadi ketika konten kita dikomentari oleh banyak orang, banyak yang like, banyak yang share, viewsnya sangat tinggi sehingga viral, maka itu artinya “konten kita laku terjual”.
Jika produk harus dipromosikan agar laku, maka konten pun demikian. Konten pun harus dipromosikan.
Apalagi jika akun Anda masih baru. Masih sepi. Masih sedikit orang yang tahu. Maka promosi sangatlah penting untukmu.
* * *
Untuk mempromosikan produk, biasanya pakai bahasa iklan atau copywriting.
Nah, konten pun sama seperti itu.
Misalnya Anda sudah membuat konten, dan ingin dipromosikan. Tentunya, tidak efektif jika Anda hanya nge-share link-nya tanpa penjelasan apapun.
Artinya: Anda harus mampu meyakinkan audiens, “Konten ini bagus untukmu, penting untukmu, bermanfaat banget untukmu.”
Tentunya, audiens tidak semudah itu untuk percaya pada “rayuan” seperti itu, kan? Makanya, kita harus menggunakan “kalimat rayuan” yang efektif agar audiens bersedia menikmati konten kita.
Nah, seperti itulah konteks dari Tugas kali ini.
Intinya: Anda Harus Mau Belajar Copywriting.
🔷🔷🔷
Promosi Tidak Sama dengan Salam Interaksi
Di kelas ini, kita DILARANG melakukan salam interaksi, saling support, SKSD, dan sebagainya. Kenapa? Karena hal-hal seperti ini akan membuat akun Anda menjadi tidak sehat, dan tidak berkembang. Bahkan hal-hal seperti ini akan merusak akun Anda.
Kita TIDAK BOLEH mengajak saling support. Misalnya: Ayo follow akun saya, agar saya juga follow akun kamu.
Yang Boleh adalah mempromosikan akun dan konten kita, yaitu:
- Mengajak orang lain agar memfollow akun kita
- Mengajak orang lain agar berkomentar, like dan share konten kita
“Lho…, apa bedanya? Bukankah itu sama saja?”
Jelas BEDA DONG!
Dalam salam interaksi atau saling support, kita berharap imbalan. Kita follow dan berharap di-follow back. Kita berkomentar dan berharap dikomentari balik. Dan seterusnya.
Dalam berpromosi: Kita mengajak orang lain untuk follow, berkomentar, like dan share pada akun/konten kita. Lalu audiens melakukan itu secara sukarela dan ikhlas. Mereka tidak berharap kita untuk balas budi. Dan kita pun tidak perlu balas budi.
“Lho… kok jadi egois ya?”
Ini bukan egois kok.
Jika kamu membeli produk dari A, apakah kamu berharap agar A juga membeli produkmu? Tidak kan?
Kamu beli produk karena butuh. Udah itu aja. Tentu aneh jika kamu juga berharap bahkan maksa agar si A juga beli produkmu.
Seperti itulah prinsip jual beli produk. Dan seperti itu pulalah prinsip “jual beli” konten.
Ini bukan egois. Ini adalah transaksi alamiah di dunia ini yang sesuai hukum alam.
Sudah paham ya?
Jika sudah, yuk kita masuk ke penugasannya.